Halaman

    Social Items






maniak seks tante girang membuat ku ketagihan Namaku Wawan, aku adalah seorang mahasiswa salah satu universitas yang terkenal di Yogyakarta berusia 22 tahun dan aku kost di sebuah rumah milik seorang janda pengusaha toko, sebut saja Tante lisa. Usianya masih 40 tahun. Suaminya meninggal karena komplikasi, dan dengar-dengar dari tetangga Tante Lisa itu dulunya hostess di Surabaya. Tante Lisa sangat cantik dan menjaga tubuhnya sehingga dia tampak seperti berumur 30 tahun. Dia juga berpenampilan seksi, suka memakai celana kaos ketat dan tank-top. �.. Ceritanya berawal ketika suatu hari aku sedang onani di kamar mandi dan ternyata lupa dikunci.
Ternyata Tante Lisa menontonnya dan setelah aku orgasme, aku kaget melihatnya.�Wan, kelihatannya asyik ya.. mendingan lain kali minta bantuan Tante pasti lebih enak.�Aku jadi malu berat dibuatnya, �Maaf Tante, saya lupa menutup pintunya.��Nggak apa kok Wan, kan kamu sudah dewasa dan wajar melakukannya. Tante juga sudah sering lihat yang begituan kok�, katanya sambil senyum. �.. Beberapa hari kemudian aku disuruh bantu-bantu di tokonya dan tanpa segan- segan aku membantunya hingga malam Tante Lisa memintaku untuk menemaninya dan aku disuruh menginap di situ, memang di tokonya ada dua kamar di lantai dua (ruko) dan kamar tersebut kadang ditempati Tante Lisa bersama anaknya. Tante Lisa mengajakku makan bersama dan minum wine dan aku tidak mengerti kok aku bisa sampai tidak sadar, mungkin dicampur obat tidur. �.. Paginya Tante Lisa membangunkanku bahkan harus sampai disiram, aku disuruh cepat-cepat pulang kost dan merahasiakan kalau aku tidur di ruko. Aku menurutinya dan malamnya setelah toko tutup Tante Lisa mengajakku berhubungan intim.

maniak seks tante girang membuat ku ketagihan
maniak seks tante girang membuat ku ketagihan
�Wan, Tante minta malam ini kamu puasin Tante ya.�Karuan saja kutolak karena aku memang belum pernah gituan dan takut meskipun aku sering nonton BF.�Maaf Tante saya nggak berani�, kataku sambil gugup. Tante Lisa mengancam dan Tante Lisa memutar videoku sedang tidur bugil. Tante Lisa bilang tadi malam saat tidur menelanjangiku dan merekamnya dengan Handycam.�Tante akan menyebarkan rekaman ini jika kamu nggak mau melayani Tante kecuali kamu mau melakukan yang Tante minta. Percaya Tante deh, toh Tante juga menjaga nama baik Tante jadi ini akan jadi rahasia kita berdua.� �.. Akhirnya karena takut dan polos aku melayaninya. Dari situ aku tahu ternyata Tante Lisa maniak seks, Tante Lisa pertama minta mandi Caty (dijilati tubuhnya dari ujung kaki sampai ujung rambut) dan Tante Lisa minta aku menjilatinya liang kewanitaannya sampai berjam-jam setiap aku berhenti Tante Lisa menjambak rambutku dan menekan kepalaku ke liang sorganya. �..
Pengalaman pertamaku menyentuh wanita apalagi menjilati seluruh bagian tubuhnya, dalam keterpaksaan itu aku sampai menangis.�Sudah Tante.. sudah�, sambil nafasku tersengal-sengal.�Aghh.. jangan lepas. Teruss.. teruss!�Tante Lisa terus menjepit kepalaku dengan kedua pahanya yang kencang. Aku dapat merasakan harumnya kemaluan Tante Lisa. Aku sendiri merasa nikmat sekaligus takut. Dia menyuruhku tidur di sofa dan Tante Lisa menduduki wajahku sehingga aku dipaksa menjilati kelamin dan anusnya. �..
�Aghh.. enak sekali Wan�, katanya sambil memutar-mutar pantatnya di atas wajahku yang sudah basah karena cairan kewanitaannya. Pantatnya yang hangat dan kencang itu menindih wajahku sehingga aku sampai susah bernafas. Jika Tante Lisa tidak merasa puas atas pelayananku ia suka sekali menampar, mencakar, menjambak, meludahi. Setelah itu Tante Lisa mengambil posisi 69 dan kami saling mengoral. �Ayo Wan, kamu bisa lebih panjang lagi�, katanya sambil menarik- narik kemaluanku dan memelintir pelirku. Aku yang kesakitan tapi merasakan sensasi yang luar biasa.
cerita seks Dalam mengoral, Tante Lisa seperti singa yang tidak diberi makan 3 hari. Sangat buas dan Tante Lisa mempermainkannya dengan sangat cekatan terampil, kadang menarik terus memutar kadang mengocoknya dengan cepat terus perlahan. �.. Bahkan pernah Tante Lisa mengencingi wajahku sambil membuka mulutku.. lalu aku disuruh menjilat air kencingnya yang tercecer di lantai. Entah kenapa lama-lama aku malah menyukai mungkin aku termasuk sado masochocist. �.. Suatu hari entah dari mana Tante Lisa membawa alat-alat untuk seks sado masochist, ada bola penyumpal mulut terus seperti kuas penggelitik, cemeti dari kulit, pengikat leher seperti anjing, CD kulit yang berlobang di bagian depannya dan pakaian seperti pasukan Romawi dulu.
Dia menelanjangi dan mengikatku sambil merangkak Tante Lisa berteriak-teriak memecutiku dan menendang pantatku persis seperti anjing, dia sebar makanan di lantai dan menyuruhku memungut dengan mulut bahkan menjilati ludah dan kencingnya di lantai. �.. Di bagian batang kemaluanku dia mengikatkan sebuah karet gelang yang ada kerincingnya sehinga setiap kali merangkak berbunyi nyaring. �Ayo.. ayo kalau kamu mau jadi anjing Tante yang setia harus nurut yang Tante perintahkan!� Tante Lisa kadang memperlakukanku seperti kuda, dengan mengikat leherku dan menunggangi punggungku sambil memecut pantatku. Sering juga Tante Lisa memasukkan sebagian pisang susu ke liang kewanitaannya dan menyuruhku mengambil dan memakannya dengan mulut.

maniak seks tante girang membuat ku ketagihan

Untuk menyumpal mulutku agar aku tidak mengerang keras biasanya Tante Lisa memakai CD-nya atau Carefree Panty Shield. �.. Aku tidak pernah punya kesempatan menggunakan batang kemaluanku, paling Tante Lisa suka sekali mengocoknya bahkan Tante Lisa pernah mengocokku sampai orgasme 4 kali dalam satu malam. Sampai batang kemaluanku lecet dan perih dan tangan Tante Lisa juga sampai pegal-pegal. �..
Tante Lisa sangat merawat batang kemaluanku, buktinya setiap habis main selalu dia merendam dengan air hangat dan kadang dengan teh basi katanya agar batang kemaluanku selalu kuat dan siap kapan saja. �.. �Masak cuman bisa dua kali.. nih rasakan!� katanya sambil menyentil ujung kemaluanku.�Aduh.. ampun Tante..� pintaku memelas.Itulah yang sering terjadi jika Tante Lisa memaksaku orgasme berkali-kali. Dalam mengocok Tante Lisa juga kadang pakai sarung tangan, pakai foam/shampoo, odol, pakai supit untuk mie dll, biasanya Tante Lisa mengocokku sambil minta dioral seks atau menjilati puting dan ketiaknya.
maniak seks tante girang membuat ku ketagihan Yang paling mengerikan, pernah Tante Lisa memintaku memakan kotorannya (berak red) dan aku tolak karena selain jijik juga takut sakit, untungnya Tante Lisa mau ngerti. �.. Sampai sekarang sudah hampir 2 tahun dan aku makin suka meski kadang aku sempat sakit. Aku hanya merasakan kepuasan dan mengabaikan rasa sakit dan suatu saat aku berangan-angan dapat bermain seks seperti itu dengan lebih dari 1 orang saja, sekedar untuk melengkapi dan mengabadikan kenangan yang tak terlupakan ini . sekian �
demkian cerita sex yang berjudul � maniak seks tante girang membuat ku ketagihan � cerita seks, adult stories, maniak seks, sex maniak, cerita dewasa 2016, kumpulan cerita 2016, cerita sex 2016, cerita dewasa, cerita hot, cerita dewasa 2016, cerita sex, cerita abg, cerita mesum, cerita ngentot, ngentot tante girang, cerita bokep, lubang vagina, cerita porno, cerita panas, cerita perkosaan, cerita birahi, cerita 17+, cerita perawan, cerita nafsu, komunitas cerita sex, batang penis, cairan vagina, gadis nakal, gadis binal, cewek binal, abg binal, nafsu bejat, cerita cinta, cerita selingkuh, sex artis, seks artis, cerita artis, seks dewasa, komunitas cerita, komunitas seks, bokep komunitas, komunitas sex, kumpulan cerita seks, kumpulan seks dewasa, cerita bokep indonesia, komunitas cerita sex

maniak seks tante girang membuat ku ketagihan


Bercinta Dibawah Ranjang Rumah Sakit Tentu kalian ingat dengan cerita buatan vera yang menceritakan tentang perselingkuhan ku dengan ibunya. Ya, saya arman yang telah di ceritakan oleh vera. Oke saya akan menceritakan kelanjutan hubungan saya dengan ibunya. Ketika itu ayahnya vera jatuh sakit dan terpaksa di bawa ke rumah sakit, dan saya sebagai tetangga yang baik sekaligus nakal(hehe) maka saya menjenguk pak nasrul yang sedang sakit itu. Bercinta Dibawah Ranjang Rumah Sakit Tetapi seperti yang pembaca tahu bahwa vera sangat membenci saya setelah dia tahu hubungan saya dengan ibunya. Maka saya menjenguk pak nasrul tanpa sepengehtahuan vera, itupun ide dari bu tarmi agar saya tidak bertemu dengan vera. Malam itu setelah saya menaruh sepeda motor saya di parkiran motor yang berada di rumah sakit, maka saya langsung menuju lantai 7 tempat pak nasrul di rawat. Lalu setelah sampai saya melihat bu tarmi yang tak lain juga pemuas nafsu syahwatku ada di dalam kamar sedang memberi makan suaminya.

 
�misi bu.�kataku �oh, dik arman, silahkan masuk dik.�jawab bu tarmi �bagaimana keadaannya pak.�tanyaku kepada pak nasrul �yah sudah lumayan lah dik, daripada kemarin.�jawab pak nasrul �oya pak, ini minum obatnya, terus istirahat.�kata bu tarmi Lalu pak nasrul minum obatnya, setelah itu kami bertiga ngobrol-ngobrol sekitar 15 menit lamanya karena setelah itu pak nasrul pun tertidur. Saya dan bu tarmi duduk di kursi yang berada di samping ranjang pak nasrul, kemudian kami ngobrol2 biasa tapi lama-lama saya horny juga melihat pakaian yang di kenakan bu tarmi malam itu. Bu tarmi hanyai memakai daster motif kembang-kembang dan belahan dada yang lumayan rendah,,ooohhhh benar-benar membuat saya horny berat. Dan itulah yang membuat saya memancing pembincaraan ke arah agak hot. �aduh bu, itu susunya sampe mau tumpah kaya gitu.�kataku sambil melihat ke arah payudaranya �ssstt,,pelan-pelan nanti bojoku(suamiku)bangun.�kata bu tarmi �bu, kocokin dong, aku udah kepengen nih.�bisikku �ihh, ada suamiku ini lho.� �iya tapi kan pak nasrul lagi tidur bu,,ayolah.�kataku Tanpa menunggu persetujuannya maka saya pun langsung menurunkan celana training saya dan mengeluarkan tongkol saya. Kemudian saya bimbing tangan bu tarmi untuk memegang batang tongkol saya. �ahhh..�desahku lirih saat bu tarmi mulai mengocok tongkol saya. Wow benar2 nekad waktu itu, karena di samping kami suaminya bu tarmi sedang tertidur. �aku kangen banged tongkolmu lho dik.�bisik bu tarmi �aku juga kangen memiaw ibu.�jawabku �man, kamu liatin suamiku ya, aku mau ngisep tongkol kamu dulu.�kata bu tarmi Dan diapun mulai mengemut tongkol gw dari bawah tempat tidur. �mmmmpphh,,mmpphhh..�desahnya Lalu tanganku pun mulai menjamah payudaranya dari balik dasternya, wow payudara yang besar, kenyal, putih, sangat nikmat sekali dalam remasan tanganku. Kemudian saya ikut masuk ke dalam kolong tempat tidur dan langsung ku peluk tubuh bu tarmi. �aduh dik arman jangan nekad tho, nanti ada yang liat gimana ?�katanya �udah ibu tenang saja, aku sudah sange banged bu.� �sssshhh,,ahhh..ssshhhh..kamu ini nakal ahhhh��desahnya lirih Tanganya mengocok tongkol saya dengan gemas, saya pun meremas payudaranya dengan sangat gemas juga. �wis, wis tho dik arman pemanasannya,,cepet masukin tongkolmu,,ahhh.� �iya bu..� Kemudian saya tarik cd nya, dan saya langsung menindihnya. �aduh, kaget aku dik arman, habis nindihnya kaya gitu.�katanya �katanya suruh cepet2.�jawabku �ohhh,,,tongkolmu makin uueenakk,,ahhh,sshhsshh,,dik arman tusuk yang dalem dik.�bisiknya �ohhh,,oohhh iyyaaa buuu..� Kami bergoyang dengan sangat berirama, kami saling berpelukkan dengan sangat erat, dan saya juga tidak henti-hentinya menjilat lehernya, menghisap pentilnya, dll. Pokoknya malam itu bu tarmi saya genjot habis2an. Pak nasrul tidak tahu apa yang terjadi di bawah ranjangnya, istrinya ku genjot habis memiawnya. �ahh,ahhh,ahhh,ahhh,ahhh..�hanya itu yang bu tarmi ucapkan saat ku coblos memiawnya. Sungguh nikmat tubuh bu tarmi ini, lobang memiawnya bisa empot-empot ayam dengan lincah. Permainan kami bertahan sampai 15menit, karena bu tarmi sudah mulai menunjukkan tanda-tanda orgasme. �sshhhh,,ahhh,sshhh,,ahhh, aku mau keluar man.�desahnya goyangan pinggulnya juga makin liar, dan akhirnya serrrrrrr,,serrrrrr,,sseerrrrr,,keluarlah cairan orgasmenya. �uhhh,,uhhhh,,uhh,,kamu belum keluar dik arman.�tanya bu tarmi �iya belum bu, sudah nggak apa2, saya kasih kesempatan ibu untuk istirahat dulu.�kataku �sudah kamu lanjutin aja, kalo kelamaan nanti suster datang.�kata bu tarmi Maka saya pun melaksanakan perintahnya, dan mulai kugoyangkan tongkolku di memiawnya. �ahhh,,ahhh,ahhh, tongkolmu bikin aku pengen lagi lho dik,,ent*t aku yang kenceng dik arman.�bisiknya di telingaku plakk,,plokk,plakkk suara itu jelas terdengar karena kocokan tongkol saya yang begitu cepat. �ohhhh,,,sss,,sshhhh,aaaahhh,,bu aku mau keluar bu.�desahku �ohhh,,ohhh,oohhh,,sss,shhh,,sshhhh,,ahhh iya dik arman,,keluarrin ajahhhhhh..�desahnya Tak lama kemudian saya pun keluar. crooottt,crooottt,croottt,croottt, sangat banyak spermaku keluar. Dan bu tarmi pun mendekapku dengan sangat erat. �ahhhh,,,ahhh���,,aku juga muncak dik armann,,,,ohhhhhhhhhhhhh�desahnya wow liang memiawnya berdenyut-denyut seiring dengan keluarnya cairan orgasmenya. Setelah mengatur nafas, maka sayapun mencabut tongkol saya dan keluar dari kolong tempat tidur lalu ke kamar mandi untuk membersihkan tongkol saya. Setelah saya keluar dari kamar mandi, kemudian bu tarmi juga ke kamar mandi untuk membersihkan memiawnya. Lalu kami kembali ngobrol2 biasa kembali, tetapi jam 12malam saya pun pamit pulang kepada bu tarmi. Nah itulah cerita saya dengan ibundanya vera, nanti saya ceritakan kembali saat bu tarmi ku ent*t berdua dengan teman saya..hahaha

 

Bercinta Dibawah Ranjang Rumah Sakit





Kisah Ngentot Dengan Nenek dan Tante Sebuah kisah seks cukup gila, seorang pria bersetubuh dengan neneknya dan juga tantenya sendiri. Aku Andy. Beberapa waktu lalu aku pernah bercerita tentang nenek Elsa yang cantik (istri dari adik kakekku). Setelah membuat affair dengan nenekku, aku juga merasakan kenikmatan adik dan sepupu nenek. Kisah Ngentot Dengan Nenek dan Tante Salah satunya dengan Tante Wine, usianya 38 tahun. Sekarang aku mau berbagi cerita nyata tentang affairku dengan Tante Wine ini.


*****

Sejak tinggal dirumah nenek, aku bener-bener dimanja soal sex, juga soal duit. Sampai suatu ketika rumah nenek kedatangan tamu dari Manado, namanya Tante Wine. Menurut nenek Tante Wine ini tinggalnya di desa jadi agak kolot gitu. Tapi pas pertama dikenalkan, aku tidak melihat wajah desa dari Tante Wine. Raut muka yang cantik (nggak berbeda jauh dengan nenek Elsa) dengan postur yang semampai lagipula putih bersih membuat orang tidak mengira kalau Tante Wine adalah wanita desa. Satu-satunya yang bisa meyakinkan kalau Tante Wine orang desa adalah logat bahasanya yang bener-bener medok.

Akupun langsung akrab dengan Tante Wine karena orangnya lucu dan suka humor. Bahkan aku sering ngeledek karena dialeknya yang ngampung itu. Wajahnya keliatan agak Indo dengan tinggi kutaksir 162 cm. Pinggangnya langsing, lebih langsing dari nenek Elsa, dan yang bikin pikiran kacau adalah buah dadanya yang lumayan gede. Aku nggak tau persis ukurannya tapi cukup besar untuk menyembul dari balik daster.

Pikiran kotorku mulai bermain dan mengira-ngira. Apakah Tante Wine haus sex seperti kakaknya? Kalau kakaknya mau kenapa adiknya nggak dicoba? Akan merupakan sebuah pengalaman sex yang seru kalo aku bisa menidurinya. Pikiran-pikiran seperti itu berkecamuk dibenak kotorku. Apalagi dengan bisanya aku tidur dengan nenekku, (dan banyak wanita STW) rasanya semua wanita yang umurnya diatas 35 kuanggap akan lebih mudah ditiduri, hanya dengan sedikit pujian dan rayuan.

Dirumah, nenek Elsa sudah beberapa kali wanti-wanti padaku jangan sampe aku perlakukan Tante Wine sama sepertinya, rupanya Elsa cemburu karena ngeliat kemingkinan itu ada. Sampai suatu ketika nenek sedang pergi dengan kakek ke Surabaya selama dua hari. Sehari sebelum berangkat aku sempat melampiaskan nafsuku bersama Elsa di sebuah motel deket rumah, biar aman. Disana sekali lagi nenek Elsa wanti-wanti. Aku mengiyakan, aku bersusaha meyakinkan.

Setelah nenek dan kakek berangkat aku mulai menyusun rencana. Dirumah tinggal aku, Tante Wine dan seorang pembantu. Hari pertama niatku belom berhasil. Bebeapa kali aku menggoda Tante Wine dengan cerita-cerita menjuurus porno tapi Tante nggak bergeming. Saking nggak tahan nafsu ingin menyetubuhi Tante Wine, malamnya aku coba mengintip saat dia mandi. Dibelakang kamar mandi aku meletakkan kursi dan berencana mengintip dari lubang ventilasi.

Hari mulai malam ketika Tante Wine masuk kamar mandi, aku memutar kebelakang dan mulai melihat aktifitas seorang wanita cantik didalam kamar mandi. Perlahan kulihat Tante Wine menanggalkan daster merah jambunya dan menggantungkan di gantungan. Ups! Ternyata Tante Wine tidak memakai apa-apa lagi dibalik daster tadi. Putih mulus yang kuidam0idamkan kini terhampar jelas dibalik lubang fentilasi. Pertama Tante Wine membasuk wajahnya. Sejenak dia bengong dan tiba-tiba tangannya mengelus-elus lehernya, lama. Perlahan tangan itu mulai merambah buah dadanya yang besar. Aku berdebar, lututku gemetaran melihat adegan sensual didalam kamar mandi. Jemari Tante Wine menjeljah setiap jengkal tubuhnya yang indah dan berhenti diselangkangannya. Badan Tante Wine bergetar dan dengan mata mengatup dia sedikit mengerang ohh! Dan tubuhnya kelihatan melemas. Dia orgasme. Begitu cepatkah? Karena Mr. Happy-ku juga sudah menggeliat-geliat, aku menuntaskan nafsuku dibelakang kamar mandi dengan mata masih memandang ke dalam. Nggak sadar aku juga mengerang dan spermaku terbang jauh melayang.

Dalam beberapa detik aku memejamkan mata menahan sensasi kenikmatan. Ketika kubuka mata, wajah cantik Tante Wine sedang mendongak menatapku. Wah ketahuan nih. Belum sempat aku bereaksi ingin kabur, dari dalam kamar mandi Tante Wine memanggilku lirih.

�Andy, nggak baik mengintip,� kata tante Wine.

�Ma ma maafin,� jawabku gagap.

�Nggak apa-apa, dari pada disitu mendingan..,� kata Tante Wine lagi sambil tangannya melambai dan menunjuk arah ke dalam kamar mandi.

Aku paham maksudnya, dia memintaku masuk kedalam. Tanpa hitungan ketiga aku langsung loncat dan berlari memutar kedalam rumah dan sekejab aku sudah stand by di depan pintu kamar mandi. Smataku sedikit melongok sekeliling takut ketahuan pembantu. Hampir bersamaan pintu kamar mandi terbuka dan aku bergegas masuk. Kulihat Tante Wine melilitkan handuk ditubuhnya. Tapi karena handuknya agak kecil maka paha mulusnya jelas terlihat, putih dan sangat menggairahkan.

�Kamu pake ngitip aku segala,� ujar Tante Wine.

�Aku kan nggak enak kalo mau ngomong langsung, bisa-bisa aku di tampar, hahaha,� balasku.

Tante Wine memandangku tajam dan dia kemudian menerkam mulutku. Dengan busanya dia mencumbuku. Bibir, leher, tengkuk dan dadaku nggak lepas dari sapuan lidah dan bibirnya. Melihat aksi ini nggak ada rasa kalo Tante Wine tuh orang desa. Ternyata keahlian nge-sex itu tak memandang desa atau kota ya.

Sekali sentak kutarik handuknya dan wow! Pemandangan indah yang tadi masih jauh dari jangkauan kini bener-bener dekat, bahkat menempel ditubuhku. Dalam posisi masih berdiri kemudian Tante Wine membungkuk dan melahap Mr. happy yang sudah tegak kembali. Lama aku dihisapnya, nikat sekali rasanya. Tante Wine lebih rakus dari nenek Elsa. Atau mungkin disinilah letak �kampungan�nya, liar dan buas. Bebrapa detik kemudian setelah puas mengisapku, tante Wine mengambil duduk dibibir bak mandi dan menarik wajahku. Kutau maksudnya. Segera kusibakkan rambut indah diselangkangannya dan bibir merah labia mayora menantangku untuk dijilat. Jilatanku kemudian membuat Tante Wine menggelepar. Erangan demi erangan keluar dari mulut Tante Wine.

�Andi kamu hebat, pantesan si Elsa puas selalu,� cerocos Tante Wine.

�Emangnya Tante Wine tau?� jawabku disela aktifitas menjilat.

�Ya nenekmu itu cerita. Dan sebelum ke Surabaya dia wanti-wanti jangan menggodaku, dia cemburu tuh,� balas Tante Wine.

Ups, rupanya rahasiaku sudah terbongkar. Kuangkat wajahku, lidahku menjalar menyapu setiap jengkal kulit putih mulus Tante Wine.

�Sedari awal aku sudah tau kamu mengintip, tapi kubiarkan saja, bahkan kusengaja aja tadi pura-pura orgasme untuk memancingmu, padahal sih aku belum keluar tadi, heheh kamu tertipu ya, tapi Ndy, sekarang masukin yuk, aku bener-bener nggak tahan mau keluar,� kata Tante Wine lagi.

Aku sedikit malu juga ketahuan mengintip tadi.

Masih dalam posisi jongkok di bibir bak mandi, kuarahkan Mr. happy ke vaginanya. Tante Wine mengerang dan merem melek setiap kuenjot dengan batang kemaluanku yang sudah besar dan memerah. Lama kami bertarung dalam posisi ini, sesekali dia menarik tubuhku biar lebih dalam. Setelah puas dengan sensasi ini kami coba ganti posisi. Kali ini dalam posisi dua-duanya berdiri, kaki kanannya diangkat dan diletakkan diatas toilet. Agak sedikit menyamping kuarahkan Mr. Happy ke vaginanya. Dengan posisi ini kerasa banget gigitan vaginanya ketiga kuenjot keluar masuk. Kami berpelukan dan berciuman sementara Mr. Happy masih tetep aktif keluar masuk.

Puas dengan gaya itu kami coba mengganti posisi. Kali ini doggie style. Sambil membungkuk, tante Wine menopangkan tangan di bak mandi dan dari belakangnya kumasukkan kemaluanku. Uhh terasa nikmatnya karena batang Mr. Happy seakan dijepit dengan daging yang kenyal. Kutepuk tepuk pantatnya yang mulus dan berisi. Tante Wine mendesis-desis seperti kepedesan. Lama kami mengeksplorasi gaya ini.

Dalam beberapa menit kemudian Tante Wine memintaku untuk tiduran di lantai kamar mandi. Walaupun agak enggan, kulakuin juga maunya, tapi aku tidak bener-bener tiduran karena punggungku kusenderkan didinding sementara kakiku selonjoran. Dan dalam posisi begitu aku disergapnya dengan kaki mengangkangi tubuhku. Dan perlahan tangan kanannya memegang Mr. Happy, sedikit dikocoknya dan diarahkan ke vagina yang sudah membengkak. Sedetik kemudian dia sudah naik turun diatas tubuhku. Rupanya Tante Wine sangat menikmati posisi ini. Buktinya matanya terpejam dan desisannya menguat.

Lama kubiarkan dia menikmati gaya ini. Sesekali kucium bibirnya dan kumainkan pentil buah dadanya. Dia mengerang nikmat. Dan sejenak tiba-tiba raut mukanya berubah rona.
Dia meringis, mengerang dan berteriak.
�Ndy, aku mau nyampe nih, oh, oh, oh, ah, ah nikmatnya,� erangnya.
Tangannya meraih tubuhku dan aku dipeluknya erat. Tubuhnya menggeliat-geliat panas sekali.
�Ohh,� ditingkah erangan itu, kemudian tubuhnya melemah dipangkuanku.

Dalam hatiku curang juga nih Tante, masak aku dibiarkan tidak tuntas. Masih dalam posisi lemas, tubuhnya kutelentangkan di lantai kamar mandi tanpa mencabut mr happy dari vaginanya. Dan perlahan mulai kuenjot lagi. Dia mengerang lagi mendapatkan sensasi susulan. Uh tante Wine memang dahsyat, baru sebentar lunglai sekarang sudah galak lagi. Pinggulnya sudah bisa mengikuti alur irama goyanganku. Lama kami menikmati alunan irama seperti itu, kini giliranku mau sampai.
�Tante aku mau keluarin ya�, kataku menahan gejolak, bergetar suaraku.
�Sama-sama ya Ndy, aku mau lagi nih, ayo, yok keluarin, yok, ahh�.
Dibalik erangannya, akupun melolong seperti megap-megap. Sejurus kemudian kami sudah berpelukan lemas dilantai kamar mandi. Persetan dengan lantai ini, bersih atau nggak, emangnya gue pikirin. Kayaknya aku tertidur sejenak dan ketika sadar aku segera mengangkat tubuh Tante Wine dan kamipun mandi bersama.

Selesai mandi, kami bingung gimana harus keluar dari kamar mandi. Takut Bi Ijah tau. Kubiarkan Tante Wine yang keluar duluan, setelah aman aku menyusul kemudian. Namun bukannya kami kekamar masing-masing, Tante Wine langsung menysul ke kamarku setelah mengenakan daster. Aku yang masih telanjang di kamarku langsung disergapnya lagi. Dan kami melanjutkan babak babak berikutnya. Malam itu kami habiskan dengan penuh nafsu membara. Kuhitung ada sekitar 7 kali kami keluar bersama. Aku sendiri heran kenapa aku bisa orgasme sebanyak itu. Walaupun di ronde-ronde terakhir spermaku sudah tidak keluar lagi, tapi rasa puas karena multi orgasme tetap jadi sensasi.

Selama 2 hari nenek Elsa di Surabaya, aku habiskan segala kemampuan sexualku dengan Tante Wine. Sejak kejadian itu masih ada sebulan tante Wine tinggal dirumah nenek Elsa. Selama itu pula aku kucing-kucingan bermain cinta. Aku harus melayani nenek Elsa dan juga bermain cinta dengan Tante Wine. Semua pengalaman itu nyata kualami. Aku nggak merasa capek harus melayani dua wanita STW yang dua-duanya punya nafsu tinggi karena aku juga menikmatinya.

Kisah Ngentot Dengan Nenek dan Tante





Cerita Sex Ibu Kos Mantan Pelacur Sebagai Mahasiswa dari daerah, aku masih lugu ekali tentang kehidupan Ibukota Jakarta. Di Jakarta aku tidak punya sanak famili, jadi aku tinggal disebuah rumah kos yang dikelola oleh seorang wanita kira-kira berumur empat puluhan. Wanita itu tidak punya suami dan tidak punya anak. Dia tinggal bersama dua orang pembantunya di rumah yang semegah itu.
cerita-sex-ibu-kos-mantan-pelacurCerita Sex: Ibu Kos Mantan Pelacur
Aku memilih rumah kos ibu Ratna karena lokasinya dekat dengan Kampusku. Rumah kos itu terdiri dari banyak kamar, yang dihuni oleh Mahasiswa/mahasiswi, pelajar, karyawan swasta, hostess, dan berbagai kalangan profesi. Cerita Sex Ibu Kos Mantan Pelacur Aku memilih kamar yang paling murah dengan fasilitas yang paling sederhanya, letaknya paling belakang, pojok dekat dengan kamar pembantu. Aku memilih kamar itu, karena sewanya yang paling murah. Jika mengambil kamar dilantai atas, bisa bangkrut aku. Apalagi kamar yang dekat kamarnya ibu Ratna, barangkali jauh lebih mahal. Memang ada dua kamar disamping kamar ibu Ratna, kamar itu dibiarkan kosong, katanya untuk sanak famili yang menginap.
Pergaulan di rumah kos itu tampaknya acuh tak acuh, Lu ya elu, gue ya gue, individualistis sekali. terus terang, aku yang paling minder disana, karena aku yang paling �kere�. Walau aku kere, tapi terkadang aku sok pede, sok yakin, sok percaya diri. Diantara penghuni kos, akulah yang paling sering ngobrol dengan Ibu Kos. yang lainnya sibuk enggak punya waktu. bahkan pernah diajak makan bersama diruang makannya yang megah itu. Ternyata dia ramah sekali, lembut, sopan santunnya tinggi sekali, bahkan dia selalu memaklumi aku jika aku terlambat membayar uang kos. Kalau yang lainnya, ada yang sering nunggak bayar kos, dan nasibnya disuruh mengosongkan kamarnya alias disuruh pergi !!! Kabanyakan dari mereka adalah wanita. kayaknya dia tak suka sama wanita. Aku pernah nunggak tujuh bulan, Bu ratna tetap senyum-senyum saja menerima penjelasanku, kenapa aku terlambat. Dan selalu mengatakan Its Okey ?! No Problem !!!. kamu itu kan adik saya ?!. Jawabannya itu lho ? membuat aku GR banget, dan membuat aku bingung, kenapa hanya aku mendapat pelayanan istimewa ? mendapat previlage berlebihan ?
Semua jawaban itu baru terkuak ketika pada suatu malam dengan hujan yang sangat lebat kira-kira pukul 12.00 malam, dimana rumah kos itu sunyi sekali dan sebagian besar penghuninya pulang kampung karena musim liburan panjang. Kamarku yang dibelakang dan pojok, malam itu bocor, gentingnya memang sudah pada enggak karuan, kasurku basah kuyup, aku kuwalahan menghadapi air hujan sialan itu. Aku hanya bisa mojok sambil kedinginan. Dan�..tiba-tiba pintu diketuk dari luar. Aku membukanya, astaga ! Ibu Ratna yang datang.
� Kamarmu bocor ya ?, yuk pindah diatas saja, kasihan kamu kedinginan ya � Tanya nya. Aku mengangguk dan tanpa pikir panjang lantas bergegas pergi ke kamar atas bersama Ibu kosku. Aku diajaknya ke kamar dia, dan aku diberikan handuk untuk mengeringkan rambutku yang kena bocoran air hujan tadi dikamarku. Aku menuruti perintahnya, disuruhnya sekalia saja aku mandi air hangat di kamar mandi pribadinya, aku nurut saja. Kapan lagi ? kesempatan mendapat pelayanan dengan fasilitas yang sangat OK.
Selesai mandi, aku keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melingkar dibagian perutku, hanya untuk menutupi bagian vital tubuhku saja. Begitu aku melihat bu Ratna, aku terkejut sekali, dia sudah ganti pakaian dengan busana tidur yang tipis sekali, dia tidak pakai BH dan bagian bawahnya tampaknya juga begitu, gaun itu transparant sekali diterpa sinar lampu kamar itu yang terang benderang. Dia berdiri dihadapanku, aku sempat gugup dan salah tingkah. Tiba-tiba dia menarik lenganku, aku dipeluknya dan bibirku diciumnya. Kontan saja handuk yang melingkari alat vitalku melorot dan membuat aku bugil. Aku masih terdiam, pasrah saja, gugup tidak tahu apa yang harus kuperbuat. Tanganku ditarik bu ratna, ditempelkannya di teteknya yang besar itu. � Remas-remas dong sayang ? remas yang mesra ya ?� pintanya. Aku melakukannya dan kuelus dan kuremas-remas tetek itu. Dia menggeliat-geliat. Posisi kami masih berdiri tegak, alat vitalku berdiri tegak pula besar dan kencang sekali. Bu Ratna melepas pelukannya dan lantas menatapku sambil tersenyum manis sekali.
� Bingung ya ?� Tanyanya. Aku menggeleng tersipu. � jangan takut, enggak ada siapa-siapa disini, tidak ada yang berani naik ke kamarku ini. Kamu suka ?� Aku mengangguk bego. Bu Ratna menuntunku ke tepi tempat tidurnya. Dia merebahkan tubuhnya dengan kaki menjulur keluar tempat tidur. Posisinya menantang sekali. Lekuk tubuhnya tampak jelas sekali menerawang dari gaun transparan itu. Aku masih berdiri bugil. Ku perhatikan mekinya bu Ratna yang besar dan seksi itu. Dia memberi isyarat agar aku mendekat. Setelah aku duduk disisinya, dia bangkit dan langsung mebuka gaunnya hingga kami sama-sama bugil alias telanjang bulat. Jari jemari bu Ratna mengelus-elus alat vitalku, sambil dia mendesah-desah manrik nafsnya panjang panjang. Dia birahi sekali tampaknya.
Tak lama kemudian dia menjilati alat vitalku, dari mulai biji kemaluanku hingga ke ujung atau kepala kemaluanku. Lantas diisapnya dengan penuh penghayatan. Matanya merem melek. Dikocok-kocoknya alat vitalku, ya karuan saja semakin tegang dan semakin membesar. � Wah besar sekali ? � gumannya terkagum kagum melihat alat vitalku. � Kamu macho banget, jantan sekalii . Tidak salah aku memilih kamu, kamu masih muda punyamu kelas super � sambungnya sambil mengocok-ngocok kemaluanku.
� Kita main di sofa saja ya ? � Ajaknya mesra. � Baik bu � jawabku. � Jangan panggil aku ibu, panggil saja aku Ratna, begitu kan lebih dekat rasanya �. Kami pindah ke sofa, aku disuruhnya duduk dengan kaki dibuka lebar. Dia naik diatasku dan langsung memasukkan kemaluan ke dalam lubang mekinya, lalu beraksi dengan gerakan naik turun mengocok-ngocok ******ku. Ku peluk dia, kuciumi teteknya, dia semakin bernafsu. Diluar sementara hujan semakin lebat angin bertiup kencang sekali. malam itu kami larut dalam buaian surga dunia yang indah dan nikmat sekali.
Cerita Sex Ibu Kost Mantan Pelacur Ratna orangnya nyentrik sekali. Dibagian bahunya ada tato kupu-kupu, gaya hidupnya juga kayak anak muda. Meki ratna pulen sekali rasanya dan dalam. Tubuhnya langsing tinggi, rambutnya sebahu lebat sekali, sama lebatnya seperti bulu mekinya itu.
Kami masih bertempur habis-habisan diatas sofa. Aku masih dibawah, dia diatas. Goyangannya indah sekali, tampak dia profesional sekali melayani aku.
� Kami sering jajan ya ?� tanyanya. � Maksud kamu apa ratna ? � Aku balik bertanya. � Yah..itu tuh�sering cari itu tuh�.wanita �P� , sering main dimana kamu ?� � Ah�mana saya punya uang untuk yang begitu � � Tapi mainanmu lihay sekali, nyodoknya juga oke banget lho, aku sudah dua kali orgasme, masih belum puas, tapi kamu masih tetap bertahan kuat� Jelasnya memuji. Aku diam saja, aku masih menjilati teteknya yang besar dan montok itu.
� Sekarang kita main di tempat tidur, kamu diatas ya ?� Pintanya. Kami main diatas ranjang, aku posisi diatas. Aku dipeluknya erat sekali, bibirku dilumat habis oleh bu Ratna. Wah permainanya hot sekali.
� Sudah lama aku kesepian, tolong puaskan aku Ron, sepuas-puasnya � Pintanya. � Sampai pagi ?� jawabku. � Ya bila perlu sampai pagi. Remas tetekku, goyangnya yang kenceng dong ? terus ron�terus Ron�semakin kedalam, Oohhh..mentok Ron ! enak banget Ron, ******mu besar banget, sampai menthok banget nih�? tapi nikmat sekali, jilati tetekku Ron aku sudah mau keluar, bareng ya keluarnya ? � Pintanya memelas. � Baik, aku juga sudah mau keluar. Goyangin dong biar aku keluar �. Secara reflek Ratna menggoyangkan pinggulnya dengan gerakan memutar-mutar seperti penari hula-hula Hawai. Gila banget goyangnya, aku dibuatnya kleenger�dan aku OOhhh�.terus rat�terus�..nikmat Rat�mau keluar nih�.� Aku juga Ron, nikmat banget ya ? mainanmu itu enak banget�OOhhh�Ronyku sayang��peluk aku Ron�..yang dalam Ron�..terus�terus�.menthok�..OOHhh�.Rony aku keluar Ron ??!!!� Ratna langsung meremas lenganku sekuat kuatnya, dia orgasme dan nikmat sekali tampakya hingga dia meremas lenganku kuat-kuat.
� Gila lu ?! pinter banget, kau sudah tiga kali kamu baru keluar � Kata ratna sambil bangkit dari tempat tidur dan memukulku dengan bantal dengan gaya bercanda. Dia duduk di sofa, kakiya ngangkang, tubuhnya direbahkan disandaran sofa, tampak dia lemas sekali. Mekinya masih tampak memerah, teteknya masih ereksi, karena putingnya tampak besar dan kencang, warnanya pink, indah sekali, sesuai dengan kulitnya yang kuning langsat.
� Kamu berbakat jadi Gigolo Ron �
� Gigolo ? mana mungkin ? apa modalku ?�
� Ya, kamu jadi gigoloku saja !, kita bisa setiap saat begini �
� Kamu juga mainnnya hot banget Rat ?! sudah pengalaman sekali, belajar dimana ?�
� Belajar ? ya dari pengalaman !. Tahu enggak kamu ? aku tidak bersuami ? kenapa ? karena aku takut mendapat laki-laki hidung belang. Soalnya, semua yang pernah meniduriku adalah laki-laki hidung belang, hanya butuh tubuhku saja. Dulu aku wanita panggilan, klienku orang-orang top, orang VIP, tarifku selangit. Tapi setelah aku diatas tigapuluh lima tahun, pasaranku merosot, dan aku memilih pensiun, kalah saingan dengan yang ABG-ABG � Jawabnya tegas.
� Tapi kamu kaya raya ratna ?! kok tidak pilih suami yang mantap ?�
� Kamu khan suamiku � Jawabnya bercanda.
� Kamu sering main dimana ? sering nyabo ya ? �kata ratna.
� Yah�.kadang-kadang, jika kebelet banget. Dulu sering dengan cewekku, dengan janda tetangga juga pernah, tapi enggak OK, janda kampung ! dengan banci juga pernah, tapi yang paling hot dengan kamu Ratna ?!
� Ya jelas dong ? aku kan sudah lama banget enggak main, enggak ngerasain ****** ! Tapi mulai malam ini, kamu akan aku ikat, kamu harus jadi pacarku, bila perlu jadi suamiku. Aku jatuh cinta denganmu Rony, sudah lama aku menarih simpati padamu � Balas Ratna sambil menghampiriku dan memelukku serta melumat bibirku dengan bibirnya. Kami birahi lagi, sambil berpelukan dengan kaki diangkat sebelah dan diposisikan ke sandaran sofa, Ratna menuntun ******ku dan dimasukkan kedalam liang kemaluannya. Dia beraksi lagi, goyangannya membuat aku melayang-layang ke awang-awang. Baru kali ini aku merasakan goyangan yang begitu penuh gairah dan tenaga. Ratna melepas ******ku, dan dengan segera dia naik ke rajang dan posisinya nungging. Waduhhhh�mekinya tampak besar sekali dan hot, sepontan kumasukkan alat viatlku kedalam meki itu melalui posisi seperti ****** kawin.
� Aduhhh Rony, kok enak banget ya ? lebih dalam lagi Ron, Ooohhh mentok � Ron�
� Sama, enak banget punya kamu Ratna, kamu sudah berumur, tapi barangmu pulen sekali �
� Aku rawat terus sayang�apalagi aku jarang main, paling-paling pakai dildo, ya lama-lama bosen juga. Terus Ron..terus goyangnya, sambil remas tetekku, gigit bahuku Ron, OOhhh��aku nikmat banget. Gigitanmu membuat aku semakin nafsu. Ohhh terus Ron�OOhhh Ron aku keluar, aku keluar lagi, aku kalah Ron ?! �
Sejak saat itu, aku dan Ratna intim terus. Dia pindah rumah, ke rumahnya yang baru. Begitu juga aku diajaknya disana tinggal serumah. Rumah kosnya dikelola oleh pembantu rumah tangganya. Dirumah barunya Ratna, aku bebas melakukan persetubuhan kapan saja, dengan gaya dan posisi apa saja. Ibu kos ku ini, ibu Ratna ternyata mantan pelacur yang selalu kesepian dan ketagihan sex.
Ada satu hal yang menyakitkan aku, kuliahku gagal, putus ditengah jalan, karena sering aku bolos kuliah, bangun kesiangan kelewat capek lembur semalam suntuk. Tapi aku dan Ratna hidup kumpul kebo bergelimang harta dan uang. Aku disuruhnya mengelola duabelas armada angkot dan kesemuanya pemilikannya diserahkan kepadaku. Aku bukan gigolo, karena aku tidak pernah minta bayaran, aku menyayangi Ratna, karena aku memang betul-betul mencintainya sepenuh hati. Usia kami berbeda jauh, dia sudah berumur empat puluhan, sementara aku masih kepala dua, dia lebih pantas jadi ibuku.Tapi aku sangat sayang dengannya.

Cerita Sex Ibu Kos Mantan Pelacur